STL, Quinta-feira, Des 06,
2007
DILI- Pasukan Stabilitas Internacional
(PSI) dan UNPol, Rabu (5/12) kemarin, menyita amunisi
di rumah dua anggota F-FDTL di Kampung Baru, Komoro,
Dili. Kedua anggota F-FDTL itu harus berurusan dengan
PSI dan UNPol untuk mempertanggungjawabkan amunisi
tersebut.
Dalam operasi gabungan tersebut,
PSI dan UNPol berhasil mengamankan ratusan panah
ambon, senjata rakitan, dan pululan senjata tajam
lainnya dari rumah penduduk di Kampung Baru.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh
STL dari sejumlah warga Kampung Baru menyebutkan
bahwa sekitar pukul 15.00 hingga 18.00 Otl, mereka
dikejutkan dengan operasi gabungan PSI dan UNPol.
Operasi dengan sistim door to door
tersebut dilakukan terkait dengan aksi kekerasan
yang dilancarkan kelompok pemuda di Kampung Baru
belakangan ini.
Sebelumnya, UNPol dalam laporan
keamanannya menyebutkan adanya bentrokan di kawasan
Kampung Baru yang melibatkan sekitar 20 orang. Seorang
remaja berusia 17 tahun dilaporan terluka dalam
insiden ini. Remaja tersebut terluka di bagian jari
tangannya.
Tak jauh dari Kampung Baru, UNPol
juga melaporkan adanya tawuran dekat Timor Lodge.
Tawuran ini berhasil dibubarkan Unit Reaksi Cepat
UNPol (Unidade Formadu Policía).
Dua bentrokan ini terjadi ketika
delegasi Dewan Keamanan PBB melakukan kunjungan
kerjanya selama 4 hari di TL.Dalam laporan UNPol
edisi Kamis (29/11), menyebutkan bahwa pihaknya
telah melakukan penangkapan terhadap seorang pria
yang memiliki senjata di Rumah Sakit Nasional Guido
Valadares, Dili.
Selain itu, UNPol juga melakukan
penangkapan terhadap seorang pria di Merkado Lama
dengan kasus yang sama yakni membawa senjata illegal.
Pada Rabu (28/11), UNPol juga menangani
dua kasus serius yang terjadi di Distrik Manatuto.
Dalam kasus ini pihaknya menangkap 43 orang, 3 orang
dilaporkan terluka setelah terlibat dalam tawuran
di Desa Crebas dan Kampung Alor.